Suku Terakhir Keturunan Orang Majapahit

 

 Suku Tengger merupakan  Keturunan Terakhir dari masyarakat Majapahit. Apa Benar ?


     Setelah ratusan tahun runtuhnya kerajaan majapahit, di era sekarang beredar statment bahwa diyakini masih ada keturunan majapahit asli yang hidup di era sekarang, suku apa itu ? ya sesuai di judul video suku yang di maksud adalah suku tengger. Hal nyata yang menguatkan bahwa suku tengger merupakan suku keturunan majapahit adalah, masyarakat tengger hingga saat ini masih menggunakan beberapa kosa kata bahasa jawa kuno dengan logat khas tengger yang diyakini pula bahwa bahasa dan logat masyarakat tengger ini juga merupakan bahasa dan logat asli dari era masyarakat majapahit pada saat itu. Tidak hanya itu masyarakat suku tengger masih menggunakan sistem penanggalan tahun saka yang pada saat itu juga merupakan sistem penanggalan dari majapahit. 


         Seorang antropolog bernama Robert W, Hefner menjelaskan dalam bukunya yang berjudul Hindu Javanese: Tengger Traditional and Islam memaparkan bahwasanya orang –orang suku tengger merupakan keturunan dari para pengungsi kerajaan majapahit. Pada abad ke 16, kerajaan majapahit yang kian melemah mengalami serangan dari kerajaan islam yang dipimpin oleh raden patah. Dalam menyelamatkan diri dari invasi, sebagian masyarakat majapait mengungsi menuju bali, sebagian lagi memilih untuk menempati sebuah Kawasan pegunungan yang ada di jawa timur. Yang salah satunya kelak oraang—orang inilah yang pada akhirnya disebut sebagai suku Tengger. Dengan kondisi geografis yang terdapat di wilayah masyarakat tengger menyebabkan orang-orang tengger ini terisolasi yang mana dengan keadaan tersebut membuat orang orang tengger tidak tersentuh oleh perdaban luar selama bertahun-tahun dan berbeda dengan peradaban luar tengger yakni peradaban jawa lainya yang telah didominasi oelh ajarana islam. Maka dari itu hal iniliha yang meyebabkan masyarakat tengger masih mempertahankan kepercayaan leluhurnya dari majapahit. Yang mana masyarakat tengger menganut aliran kepercayaan siwa budha (YANG JUGA MENJADI AGAMA KHAS MAJAPAHIT) yang akhirnya berkembang menjadi agama hindu seperti sekarang.

    Namun statment bahwasanya masyarakat suku tengger merupakan keturunan terakhir majapahit dibantah nih oleh seorang sejarawan dan pengamat sejarah probolinggo bernama bernama Eko Arahman. Menurut beliau seberadaan suku tengger sudah ada jauh sebelum berdirinya kerajaan majapahit. Beliau juga mengatakan memang ada hubungan antara orang-orang tengger dengan kerajaan majapahit pada saat itu tetapi orang-orang tengger sendiri bukan keturunan terakhir majapahit. Pendapat pak eko tersebut dikuatkan dalam sejumlah bukti prasasti yang menyebutkan keberadaan suku tengger sendiri  yang salah satu prasastinya bernama prasasti penanjakan satu yang merupakan prasasti peninggalan raja majapahit kala itu yaitu raja hayam wuruk. Dalam prasasti tersebut memaparkan bahwa masyarakat tengger itu adalah masyarakat yang mampu mempertahankan budaya tengger. Prasasti tesebut dipersembahkan oleh hayam wuruk antara tahun 1350 – 1389 yang artinya masih ratusan tahun sebelum kerajaan majapahit runtuh. Dan juga pada era kepemimpinan prabu hayam wuruk ini majapahit mengalami era kejayaannya.

     Selain prasasti penanjakan satu, terdapat prasasti lain peninggalan majapahit yang mengabadikan tentang suku tengger ini, prasasti tersebut antara lain prasasti malanggit yang ditemukan di daerah malang selatan dan juga ada prasasti regulo yang terdapat di Semeru.  Sehingga prasasti-prasasti tersebut menjadi rujukan bahwasanya suku tengger sudah ada jauh sebelum peristiwa perang paregreg. Apaan tuh perang paregegreg ? perang paregereg ini semacam perang saudara lah di dalam majapahit, terdapat konflik internal majapahit yang sehingga menyebabkan terpecahnya 2 kubu majapahit yang mencetus perang paregereg.



 


             

Komentar